Rabu, 21 Agustus 2013

Analisis Korelasi dengan spss

Pengantar
    Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel (bivariate correlation) atau lebih dari dua variabel (multivariate correlation). Contoh korelasi dua variabel misalnya hubungan banyaknya pemberian pupuk dengan kesuburan tanaman. dari contoh ini maka variabel banyaknya pemberian pupuk adalah variabel bebas (independent) yaitu variabel yang mempengaruhi. Sedangkan kesuburan tanaman merupakan variabel terikat (dependent) yaitu variabel yang dipengaruhi.
Contoh korelasi banyak variabel adalah hubungan antara tinggi badan dan jenis makanan terhadap kecepatan berlari. Dari contoh ini maka variabel tinggi badan dan jenis makanan merupakan variabel bebas (independent) yaitu yang mempengaruhi, sedangkan kecepatan berlari merupakan variabel terikatnya. 
Untuk menentukan seberapa besar hubungan antar variabel, dapat dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi, atau ada juga yang menyebut indeks korelasi. Besarnya koefisien korelasi bergerak dari 0,000 sampai +/- 1,000. Tanda +/- bukan operasi matematis, tetapi merupakan tanda. Sehingga diketahui korelasinya negatif ataukah positif. Contoh korelasi positif: hubungan antara IQ terhadap prestasi belajar, semakin tinggi IQ maka prestasi semakin baik, sebaliknya semakin rendah IQ maka semakin buruk juga prestasinya. 
Sedangkan contoh korelasi negatif : hubungan antara kesadaran membayar pajak dengan kekayaan negara, semakin tinggi kesadaran membayar pajak, maka kekayaan negara akan semakin banyak, sebaliknya semakin rendah kesadaran membayar pajak, maka semakin sedikit kekayaan negara. (hanya ilustrasi contoh, bagi yang merasa rendah kesadaran membayar pajaknya ya…pikir sendiri deh he he he).
Program SPSS menyediakan fasilitas analisis korelasi yang terdiri atas korelasi parametrik dan korelsi non parametrik. Analisis korelasi parametrik menggunakan teknik korelasi dari Pearson. Data yang dianalisis harus bersifat kontinum, yaitu data ratio dan data interval (dalam spss kedua jenis data ini dikenal dengan satu nama yaitu scale). Sedangkan korelasi non parametrik menggunakan teknik korelasi Spearman atau Tau Kendall. Data yang dianalisis harus berbentuk kategori, yaitu data ordinal dan data nominal.
     Pada tahap ini, akan dilakukan uji korelasi parametrik terlebih dahulu
Untuk analisis non parametrik akan saya posting mendatang.
Baik untuk yang pertama,kita melakukan analisis korelasi dua variabel (Bivariate)

Analisis korelasi parametrik, datanya harus memenuhi syarat antara lain:
- tipe datanya kontinum (interval dan ratio)
- homogen
- distribusi normal
- serta regreasinya linier
jika tidak memenuhi syarat diatas, maka harus menggunakan tipe non parametrik
Contoh hipotesis:
H0: Tidak ada hubungan yang signifikans antara tinggi badan dan kecepatan berlari
H1: Ada hubungan yang signifikans antara tinggi badang dan kecepatan berlari

langkah-langkah:
1. buka spss
2. lakukan penyesuaian nama variabel dan jenis data seperti ini:


3. seperti gambar diatas, klik pada tab variable view dan lakukan pengaturan seperti ini:


4. Selanjutnya klik tab data view dan masukkan data seperti ini (hanya contoh):


5. Setelah selesai memasukkan data, maka langkah analisisnya adalah klik menu analyze, klik correlate, klik bivariate sehingga akan muncul seperti ini:


6. selanjutnya, masukkan variabel yang ada di kolom kiri ke kolom kanan, caranya bisa dengan doubel klik pada variabel tersebut, dua-duanya pindahkan ke kolom variables.
7. pada bagian bawah yaitu pada correlatioan coefisien, pilih Pearson, kemudian untuk test of significance pilih two tailed (ini kita lakukan karena kita belum tahu apakah korelasinya positif atau negatif).
8. beri tanda centang pada flag significant correlations supaya nanti kalau anda korelasi yang significant diberi tanda bintang, yaitu bintang 1 jika korelasi significant pada taraf 0,05, dan bintang 2 jika signifikans pada taraf 0,01.
9. Selanjutnya klik tombol options sehingga muncul seperti ini:


10. lakukan pilihan seperti gambar diatas, kemudian klik kontinue, lalu klik OK pada jendela yang sebelumnya. Computing......tunggu.....minum dulu..... :-)
11. ok hasil outputnya seperti ini:


12. Langkah analisis sudah selesai, mudahkan? iya, nah yang sulit sebenarnya untuk orang awam yang tidak memahami statistika sebenarnya pada tahap berikut ini, yaitu membaca /menginterpretasikan hasil output spss tersebut.
13. pada out put pertama : descriptive statistics ini hanya merupakan informasi dari apa yang dianalisis, pada kolom pertama ada tinggi badan dan kecepatan lari adalah variabelnya, kolom kedua ada mean yaitu rata-rata, jadi rata-rata tinggi badan = 161,90 dan rata-rata kecepatan lari: 103,80. Rata-rata dihitung berdasarkan jumlah total nilai data dibagi total N data. Dan seterusnya ini hanya informasi deskripsi saja.

14. pada output yang kedua yaitu correlations

15. lihat teknik korelasi yang kita pakai adalah pearson, kemudian dapat kita baca korelasi kedua variabel tersebut sebesar 0,847 dengan tanda bintan 2. Ini berarti nilai koefisien korelasinya sebesar 0,847.

16. pada Sig.(2-tailed) sebesar 0,002. ini berarti jika kita menggunakan taraf signifikansi 5%, maka korelasi signifikan jika nilai Sig(2-tailed) lebih kecil dari 0,05. dan tidak signifikan jika lebih dari 0,05. Dari hasil out put maka kesimpulannya ada korelasi yang signifikan.

17. Dengan tanda bintang 2, lihat keterangan dibawahnya **.correlation is significant at the 0.01 level. ini artinya korelasi ini signifikan pada level/taraf 1%. Jika korelasi signifikan pada 1% maka sudah pasti juga signifikan pada 5%, tetapi jika signifikan pada 5% belum tentu signifikan pada level 1%.

Dari contoh yang kita analisis diatas, maka kesimpulan yang kita ambil adalah menerima H1 yaitu Ada hubungan yang signifikans antara tinggi badang dan kecepatan berlari. Dengan demikian berarti kita juga menolak H0.

saya dapat dari:

Sabtu, 20 Juli 2013

Keputusan yang dibuat oleh AI

Keputusan yang dibuat oleh AI

1. General Problem Solving
Bidang AI ini berhuungan dengan pemecahan masalah terhadap suatu situasi yang akan diselesaikan oleh komputer. Permasalahan yang diungkapkan dalam suatu cara yang sedemikian rupa sehingga komputer dapat mengertinya.semua deskripsi-deskripsi yang diinginkan juga diberikan kepada komputer. Biasanya permasalahaan tersebut dapat diselesaikan secara trial and error sampai solusi yang diinginkan didapatkan.

Suatu program paket yang cukup populer di kompuer mikro untuk pemecahan masalah secara trial and error adalah EUREKA yang ditulis oleh Borland.

2. Natural Language Recognition
Studi mengenai AI mencoba supaya komputer dapat mengerti bahasa alamiah yang diketikkan lewat keyboard. Bahasa alamiah (natural language) adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh orang untuk berkomunikasi. Komputer yang dapat menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya merupakan contoh penerapan AI di bidang ini. Biasanya komputer yang khusus untuk AI dan dapat digunakan pada bidang ini diantaranya adalah IPL (Information Processing language), LISP, INTERLISP, SAIL, PLANNER, KRL dan PROLOG. Bidang AI ini masih sangat sulit dan belum dapat sempurna penerapannya. Misalnya pernyataan sebagai berikut:

“Amir menjatuhkan gelas ke lantai sehingga pecah”

dan pernyataan kedua:

“Amir menjatuhkan batu ke kaca sehingga pecah”

Kedua pernyataan tersebut mempunyai grammar yang sama, tetapi pernyataan yang pertama yang pecah adalah gelasnya (obyek yang pertama) dan pernyataan kedua yang pecah adalah kacanya (obyek kedua). Dapatkah komputer menjawab dengan tepat pertanyaan “apa yang pecah?”. Bila bidang ini berhasil dengan baik, maka penggunaan komputer untuk para pemakai (user) akan lebih mudah.

3. Speech Recognition
Bidang ini juga masih dikembangkan dan terus dilakukan penelitiannya. Kalau bidang ini berhasil dengan baik dan sempurna, alangkah hebatnya komputer. Kita dapat berkomunikasi dengan komputer hanya dengan bicara, kita bisa mengetik sebuah buku hanya dengan bicara, dan selanjutnya komputer yang akan menampilkan tulisan hasil pembicaraan kita. Akan tetapi bidang ini masih belum sempurna seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan jenis suara manusia berbeda-beda.

Suatu alat recognizer dapat ditambahkan pada komputer mikro sehingga dapat digunakan untuk speech recognition, diantaranya yaitu:

- Voice Recognition Module (VRM) buatan Interstate Electronic.

- Voice Data Entry System (VDEC) buatan Interstate Electronic.

- SpeechLab buatan Heuristics Inc.

- Voice Entry Terminal (VET) buatan Scott Instruments.

- Cognivox buatan Voicetek.

General Problem Solving

- Bidang AI ini berhubungan dengan pemecahan masalah terhadap suatu situasi yang akan diselesaikan komputer

- Permasalahan diungkapkan dalam suatu cara sedemikian rupa sehingga komputer dapat mengerti .

Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

Tahapan SPK:

• Definisi masalah

• Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan

• pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan

• menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)

Tujuan dari SPK:

• Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur

• Mendukung manajer dalam mengambil keputusan

• Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

Informasi, Keputusan, dan Manajemen Jenis informasi yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan di dalam suatu perusahaan berhubungan langsung dengan tingkat pengambilan keputusan manajemen dan jumlah struktur dalam situasi keputusan yang mereka hadapi.

Tingkat pengambilan keputusan manajemen yang harus didukung oleh teknologi informasi dalam organisasi yang sukses adalah:

• Manajemen Strategis. Umumnya, dewan direksi dan komite eksekutif yang terdiri dari CEO dan eksekutif atas mengembangkan tujuan umum organisasi, strategi, kebijakan, dan tujuan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis.

• Manajemen Taktis. Semakin banyak praktisi bisnis dalam tim mandiri serta manajer unit bisnis yang mengembangkan rencana jangka pendek dan jangka menengah, jadwal, dan anggaran serta menentukan kebijakan, prosedur, dan tujuan bisnis untuk subunit mereka di perusahaan.

• Manajemen Operasional. Anggota tim mandiri atau manajer operasional mengembangkan rencana jangka pendek seperti jadwal produksi mingguan.